April 15, 2024

iTechnobuzz !!!

Berita Teknologi Terkini

Review POCO X6 Pro 5G Resmi: HP 4 Jutaan TERKENCANG Terbaik 2024?

itechnobuzz.com – Memperkenalkan POCO X6 Pro 5G. SoC-nya adalah Dimensity 8300-Ultra dan memiliki skor AnTuTu 1,4 juta.
Layar 1,5k AMOLED 120Hz mulai menjadi aneh melebihi FullHD+. RAM 12 GB, lebih aneh lagi.
Penyimpanan 512 GB, lebih gila lagi. Dan POCO X6 Pro sebenarnya merupakan smartphone pertama di Indonesia dengan HYPER OS.
Dengan kata lain, ini bukan MIUI lagi. harga? Di bawah POCO F5, ya.

POCO F5 sendiri sudah sulit dikalahkan, tapi bagaimana dengan 4 jutaan smartphone lainnya di tahun ini?
Namun tentu saja tidak ada produk yang sempurna. Mari kita lihat seperti apa hasil tesnya.

POCO X6 Pro merupakan penerus POCO X5 Pro tahun lalu. POCO X5 Pro awalnya dirilis dengan harga 4 jutaan untuk tipe 8+256
dan 3,9 jutaan untuk tipe 6+128. Saat itu, POCO X5 Pro merupakan smartphone termurah dengan SoC Snapdragon 778G
dan menawarkan keseimbangan yang baik untuk smartphone di kelasnya.

Kini POCO Indonesia akan mengumumkan penerus POCO X6 Pro dengan beberapa peningkatan sadis.
Biasanya seri X berada satu kelas di bawah seri F, namun kali ini bentrok dengan spesifikasi POCO F5 miliknya.
Nah, seharusnya POCO F6 tahun ini punya spek lebih tinggi dari X6 Pro kan?

Namun perlu diingat bahwa smartphone bukan hanya soal spesifikasi di atas kertas. Pertama, mari kita lihat apa yang ada di dalam kotak.

paket penjualan

  • Body + screen guard sudah terpasang
  • pengisi daya 67W
  • Kabel USB-C
  • studi kasus
  • Pelepas tempat SIM
  • paket dokumen
  • stiker poco
  • Oleh karena itu, cukup lengkap untuk kisaran harga ini.

Desain POCO X6 Pro 5G

Dari segi desain, bodi utamanya menggunakan desain bingkai datar, dan sisi layarnya datar, namun jika dilihat dari cover belakang, sisi-sisinya melengkung sehingga nyaman digenggam. Bahan case back terbuat dari kulit vegan dengan tekstur kulit jeruk. Hal ini memberikan kesan mewah dan mencegahnya tergelincir saat digenggam. Terlebih lagi tidak meninggalkan sidik jari.

Warna yang kami punya adalah kuning, namun kami juga mempunyai variasi lain yaitu hitam dan abu-abu.

  • Dimensi: 160,5 x 74,3 x 8,25 mm
  • Berat: 190 gram untuk kulit vegan ini dan 186 gram untuk varian warna lainnya dengan penutup belakang polikarbonat.
  • Hal ini membuat bodi smartphone ini tergolong tipis dan ringan.

Perangkatnya sendiri memiliki rating IP IP54 sehingga mampu menahan hujan ringan, namun tidak cocok untuk direndam atau bahkan berenang.

sisi ponsel pintar

  • Sisi kanan: tombol power, tombol volume atas dan bawah
  • Khusus pada varian kuning ini, tombol powernya juga berwarna kuning dan warna lainnya mengikuti warna bingkai.
  • Nah, kalau kamu lagi nyari warna khas Poco pasti kuning ini.

Atas: Mikrofon, IR blaster, dan kisi-kisi speaker stereo atas.

Sisi kiri: kosong

  • Kekurangan: Tempat SIM DUAL SIM, tidak ada slot MicroSD, tetapi memiliki 512 GB. Ya, saya protes.
  • Di sebelah slot SIM terdapat mikrofon, USB-C, dan grill speaker stereo bawah.
    Speaker ini stereo. Menurut evaluasi subjektif kami, kualitas suaranya rata-rata.
    Tidak ada yang istimewa, tapi setidaknya ada stereo dan bukan hanya speaker di atasnya.
    Smartphone yang jauh lebih mahal dari ini masih menggunakan speaker mono.

Sisi depan:

layar

  • AMOLED Aliran CrystalRes 120Hz
  • 6,67 inci
  • Resolusi 1,5k (2712 x 1220 piksel)
  • gorila kaca 5

Saat kami mengujinya, kecerahan maksimum berada pada kisaran 518 nit di dalam ruangan.
Artinya, ini tetap sesuai dengan klaim POCO dan sedikit lebih cerah.
Saya pun mengujinya langsung di luar ruangan dan hanya bisa mendapatkan hasil pada 670 nits dalam mode otomatis.
Saya mencoba mode Sinar Matahari dan turun kembali menjadi sekitar 500 nits.
Sebenarnya ini sudah cukup di luar ruangan, saya hanya belum menemukan skenario
di mana saya bisa membuktikan bahwa layarnya bisa mencapai hingga 1800 nits.

Mengenai warna layar, ada mode warna berbeda di sini.

Mode konfigurasi Pro, Vivid, Saturated, dan Advanced warna asli mencakup opsi Original, P3, dan sRGB.
Ada banyak mode warna, masing-masing memiliki tujuannya masing-masing, tetapi untuk pengguna umum,
mode default dengan cakupan gamut dan volume berorientasi 100% sRGB, yaitu Original Color Pro,
cocok untuk mengedit konten. Itulah yang saya pikirkan.
Jika Anda menginginkan layar lebih besar agar lebih asyik menonton film atau bermain game,
cukup pasang di Vivid, yang 100% khusus DCI P3