March 3, 2024

iTechnobuzz !!!

Berita Teknologi Terkini

Livio Suppo Menanggapi Titik Kehancuran Honda

itechnobuzz.com – Livio Suppo merupakan salah satu tokoh yang dihormati di dunia MotoGP.
Suppo merupakan salah satu sosok penting yang berjasa atas keberhasilan Casey Stoner dan
Marc Marquez di Honda. Nah, apa yang membuat motor Honda melorot atau bisa dibilang
keteteran tak kompetitif seperti dulu?

Suppo yang dulu sempat menjabat sebagai salah satu manajer dari tim Ducati sejak tahun 2003.
Suppo merupakan salah satu faktor yang berpengaruh atau disebut orang penting ketika Casey Stoner
berhasil memenangkan ajang juara dunia MotoGP di tahun 2007.

setelah tiga tahun berjalan seiringnya waktu, Suppo memutuskan untuk pindah dan
bergabung di tim Repsol Honda,yang dimana saat itu dia menjabat menjadi tim
Marketing and Communications Director, setelah itu dia akhirnya diangkat menjadi
Tim Principal.

Livio Suppo juga dikabarkan memiliki peluang besar dalam merayu Stoner untuk pindah dan
bergabung ke Honda pada tahun 2011 dan berhasil meraih gelar juara dunia. Gelar ini
merupakan untuk kedua kalinya bagi Stoner.

Tak cuma sampai disitu,Suppo juga merupakan salah satu tokoh paling penting atas
keberhasilan Marc Marquez saat berada di Repsol.Keduanya berhasil mencatatkan
namanya diajang piala dunia pada musim 2013, 2014, 2016, dan 2017.

Selama tujuh tahun lamanya bergabung di tim Honda, Suppo sudah berhasil membawa
honda untuk meraih lima kali gelar dalam ajang juara dunia di kelas MotoGP. Namun di
tahun 2017, soppo harus memutuskan untuk vakum sementara waktu dari dunia MotoGP
dan hingga saat ini posisinya digantikan oleh Alberto Puig hingga saat ini.

Salah Satu Faktor Kehancuran Honda Menurut  Livio Suppo

“Pertama-tama, sulit untuk membicarakan masalah jika Anda tidak langsung terlibat dalam
topik’ kata Livio Suppo dalam wawancara dengan salah satu chanel tv international.
“Saya bergabung dan terlibat langsung bersama Honda sampai akhir tahun 2017.
Selama saya bergabung bersama tim tersebut saya akhirnya tau semua pada tahun 2018,
Dimana tim tersebut menurut saya sama saja dengan tim sebelumnya yang saya tinggalkan,
dengan Dani dan Marc.

Namun pada kesempatan itumerupakan hal yang cukup baik bagi Dani,
meskipun dia tidak bisa menang balapan,” kata Suppo dikutip dari salah satu berita akurat,
Minggu (28/1/2024). Livio Suppo, Dani Pedrosa dan Cal Crutchlow sudah memperingatkan dan memberitahukan
tentang sulitnya pengendalian dan penguasaan sepeda motor bertahun-tahun sebelum melihat
hasil yang sekarang.

Masalah Kecil Yang Berdampak Besar Bagi Honda

“Ingatkah kamu pada beberapa wawancara Cal yang dimana dia menyampaikan jika dia
memiliki masalah terhadap sepeda motor! Namun Dani mengeluh hal tersebut, bukan di
depan umum,tetapi dia juga memperlihatkan keluahan tersebut saat technical meeting,
bahwa sepeda motor saat ini semakin sulit dikendalikan. Namun dilihat dari tindakan,
memang benar Honda seolah tidak merespon dan mengabaikan hal tersebut.Tanggap
para pembalap mereka, karena Marc Márquez sanggup untuk meraih gelar juara
2018 dan 2019 tanpa kendala yang berarti,” kata dia.

“Tentu saja bakat dari seorang Marc Márquez sangat membantu.Dan kemungkin salah
satu faktor dimana saat itu Honda tidak mendengarkan dan tidak merespon beberapa
keluahan dari sang pilot seperti Cal Crutchlow dan Dani Pedrosa. Mereka tidak terlalu
peduli dengan keluhan dan hasil yang diperoleh pilot lain, mereka hanya fokus pada satu
kemenangan Marc. Dan ini mungkin merupakan salah satu kesalahan terbesar bagi
Honda. Dan kemudian akhirnya mereka menyadari ketika salah satu pembalapnya
Marc mengalami kecelakan,tentu semuanya sudah terlambat untuk mendengarkan
keluhan tersebut,” sambungnya lagi.