April 18, 2024

iTechnobuzz !!!

Berita Teknologi Terkini

Tesla Hadir di Malaysia Mulai 20 Juli, Tak Cuma Jualan

itechnobuzz.com – Tesla hadir di Malaysia pada Kamis (20/07) dengan salah satu model kendaraannya. Hal itu terlihat di akun Instagram @Tesla.Malaysia.

Meski begitu, banyak yang menilai kehadiran pabrikan asal Amerika Serikat ini bukan sekadar menjual atau membangun stasiun pengisian umum kendaraan listrik (SPKLU), tapi bisa berbuat lebih banyak lagi.

Pertimbangan ini masuk akal karena Perdana Menteri Anwar Ibrahim berencana bertemu dengan CEO Tesla Elon Musk. Agenda tersebut akan dilakukan akhir pekan ini.

“Minggu depan Elon Musk akan meminta saya untuk bernegosiasi dengannya untuk membahas kemungkinan investasi lebih lanjut di Malaysia,” kata Anwar (0707).

Sementara itu, Tengku Datuk Seri Zafrul Aziz, Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri, mengatakan kerja sama antara Malaysia dan Tesla akan diperluas ke berbagai sektor.

“Kami tidak hanya berbicara tentang kendaraan listrik dalam kolaborasi potensial ini,” ujarnya seperti dikutip Carlist (11/07).

Malaysia dan Indonesia Bersaing investasi Tesla

Hingga saat ini, Malaysia dan Indonesia bersaing memperebutkan investasi Tesla. Secara alami, pabrikan mobil Amerika itu benar-benar berusaha meningkatkan penjualan dan produksi.

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga bertemu langsung dengan Elon Musk. Pertemuan yang diadakan pada bulan April 2022 tersebut membahas besarnya potensi pasar otomotif di Indonesia, khususnya kendaraan listrik.

Pemerintah kini juga memberikan insentif agar masyarakat semakin tertarik menggunakan mobil listrik. Berkat bantuan ini, harga jual kendaraan listrik akan jauh lebih murah dari sebelumnya.

Namun, tidak semua mobil listrik berhak atas insentif tersebut, karena beberapa syarat harus dipenuhi. Salah satunya unit harus dibuat di Indonesia dan mengandung 40% TKDN.

Aturan ketat itu membuat hanya tiga produsen mobil yang memenuhi syarat, yakni Wuling, DFSK, dan Hyundai. Namun, jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat karena Seres dan Mitsubishi telah berkomitmen untuk memproduksi kendaraan listrik di dalam negeri.