February 20, 2024

iTechnobuzz !!!

Berita Teknologi Terkini

5 Peralatan Perang Buatan Indonesia yang Jadi Rebutan Dunia

itechnobuzz.com – 5 Peralatan Perang, Bangsa Indonesia telah memukau dunia dengan keterampilan dan pengalaman Indonesia dalam pembuatan peralatan perang. Negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Australia terkejut.

Indonesia sendiri memiliki PT Pindad yang selalu menjadi sorotan negara asing karena memproduksi alutsista ultra canggih. Bahkan, banyak wargear buatan PT Pindad yang berhasil membuat heboh dunia, seperti senapan SP2 Kopassus pada Panzer Badak.

Selain itu, ada beberapa alat perang buatan Indonesia lainnya yang berhasil membuat heboh dan menjadi incaran negara lain. Yang mana? 5 Peralatan Perang Berikut ulasannya.

Panser Anoa

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah pelanggan setia perusahaan senjata negara PT Pindad. Tim langganan yang ia pesan adalah Anoa Panzer.

Anoa Panzer diklasifikasikan sebagai pengangkut personel lapis baja menengah. Kendaraan tempur ini digunakan untuk mengangkut personel ke medan perang.

Hingga saat ini, produk pindad banyak digunakan oleh negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dan Thailand. Untuk pasar Afrika, negara-negara seperti Madagaskar, Mesir, Nigeria, dan Mozambik merupakan pasar bagi produk-produk Pindad.

Untuk kawasan Timur Tengah, negara-negara seperti Kuwait, Yordania, Arab Saudi, UEA, dan Qatar merupakan pasar produk Pindad.

Kapal Perang

PT PAL Indonesia telah meluncurkan dua kapal perang: Missile Destroyer (PKR)-1 dan Strategic Sealift Vessel (SSV)-1. Sedangkan kapal SSV merupakan kapal canggih yang diproduksi oleh putra bangsa dan dikomisikan oleh Departemen Pertahanan Filipina, yaitu kelas Lloyd Register.

Firmansyah, Senior Manager PT PAL Indonesia, mengatakan banyak kecanggihan kapal perang karya anak bangsa ini. PKR-1 yang memiliki panjang 105,11 meter, lebar 14,2 meter dan memiliki kecepatan 28 knot ini dapat bekerja selama 20 hari dengan kecepatan 14 knot.

Kedua kapal tersebut telah ditugaskan oleh beberapa negara Asia, termasuk Departemen Pertahanan Filipina, yang termasuk dalam kelas Lloyd Register.

Kepala Roket

Indonesia telah mengekspor 260 unit hulu ledak asap kaliber 70mm ke Chile. Ekspor ini merupakan ekspor pertama senjata produksi PT Sari Bahari.

Direktur Senior PT Sari Bahari Ricky Hendrik Egam mengatakan pihaknya bersaing dengan 43 negara lain yang bersaing dalam tender internasional untuk membeli hulu ledak asap untuk kebutuhan militer Chile.

Ricky mengatakan, produksi PT Sari Bahari membuktikan teknologi pertahanan nasional mampu bersaing dengan negara maju. Hulu ledak asap buatan Indonesia memiliki keunggulan pada lintasan aerodinamika dan mampu mengeluarkan asap selama dua menit setelah hulu ledak mengenai sasaran.

Peluru

PT Pindad merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang produknya sudah sampai ke pasar Amerika Serikat. Pindad mengekspor amunisi kaliber kecil, tepatnya 5.56mm, ke negeri Paman Sam itu.

Selain ekspor ke Amerika Serikat, perseroan juga mengekspor amunisi ke Singapura dan Thailand, kata Sina Maulana, Direktur Pemasaran PT Pindad. Selain itu Pindad juga mengekspor amunisi ke Nigeria pada tahun 2000.

Senjata Api

Pemerintah UEA telah sepakat untuk bekerja sama dalam perizinan senapan SS2 dan pemasaran amunisi Pindad di kawasan Timur Tengah. Kesepakatan ini tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Pindad (Persero) dengan Continental Aviation Services yang disepakati dalam forum bisnis yang dihadiri Presiden Jokowi di Abu Dhabi.

Menurut Menlu, Uni Emirat Arab merupakan negara tujuan utama ekspor Indonesia di Timur Tengah, dengan nilai perdagangan sebesar $4,25 miliar pada tahun 2014, dan Indonesia menikmati surplus sebesar $748 juta.