July 19, 2024

iTechnobuzz !!!

Berita Teknologi Terkini

Mesin Pemotong Rumput, Teknologi Yang Untungkan Petani

itechnobuzz.com – Mesin pemotong rumput gendong menjadi peralatan wajib dalam pertanian masyarakat.

Dengan memotong rumput, petani juga bisa menghemat biaya. Seorang petani, biaya pestisida dapat dibeli hingga nol rupiah.

Manfaat lain menggunakan mesin pemotong rumput adalah menyediakan bahan yang dapat dibuat kompos. Potongan rumput dapat dikumpulkan dan dibuat kompos.

Potongan rumput juga dapat digunakan sebagai pakan ternak. Baik sapi maupun kambing adalah milik petani.

Menggunakan ayam liar jelas lebih ramah lingkungan. Perangkat ini dapat menggantikan aksi herbisida yang meninggalkan residu di tanah dan membuat rumput lebih tahan terhadap bahan kimia.

Penggunaan pengendalian gulma sudah lama dipraktekkan pada perkebunan jeruk di Kecamatan Dau Kabupaten Malang Jawa Timur.

Harga dalam jutaan

Pada akhir tahun 2022, harga mesin pemotong rumput akan berubah. Untuk jenis bahan bakar minyak (BBM) harganya mulai dari Rp10. Dari 900.000 (dua kali) menjadi 2 juta rupiah (4 kali) per buah. Harga bervariasi berdasarkan merek.

Listrik (baterai) bahkan lebih murah. Ada yang menjual mulai dari 350.000 rupiah per buah di pasar.

Kehidupan kita sekarang tidak bisa lepas dari teknologi. Dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, aktivitas kita sehari-hari tidak lepas dari penggunaan mesin atau peralatan canggih yang dapat memudahkan pekerjaan kita sehari-hari.

Dulu, para petani menggunakan gergaji dan gergaji untuk memotong rumput liar. Dengan kemajuan teknologi muncullah mesin pemotong rumput yang sangat berguna di bidang pertanian. Memotong tidak hanya membuat pekerjaan lebih mudah, tetapi juga membutuhkan waktu lebih sedikit, yang dapat membuat petani bekerja lebih cepat.

Menurut Susanto, mesin pemotong rumput jauh lebih efisien dibandingkan mesinpemotongrumput tangan atau pemangkas rumput.

Perhitungan tangan menggunakan tenaga manusia. Tarif pungutan untuk buruh tani sekitar Rp 75.000 per orang per hari. Maksimal sekitar 1.000 meter.

“Penggunaan herbisida sudah ada biaya tenaga kerja dan harus beli obat (herbisida). Biayanya lebih”.