May 29, 2024

iTechnobuzz !!!

Berita Teknologi Terkini

Kapal Perang Dunia II Yang Tewaskan 1000 Orang Ditemukan

itechnobuzz.com – Kapal Perang Dunia II di temukan regu penjajakan laut dalam bahari Silentworld Foundation,
menciptakan bangkai Kapal Perang Dunia II yang mengganyang nyaris 1.000 warga Australia.

Penjelajah laut menciptakan bangkai kapal angkut Jepang bernama Montevideo Maru yang ditorpedo di lapang tepi laut Filipina.

Kapal itu ditenggelamkan terdapat 1 Juli 1942 oleh kapal selam AS yang awaknya tidak mengetahui kapal itu membawa tawanan perang.

Kapal dijumpai di kekuatan lebih dari 4 km (kilometer).

Tenggelamnya Montevideo Maru ialah kecelakaan nautikal terburuk yang sempat berlangsung di Australia,
mengganyang dekat 979 warga negara Australia, tercantum sekurang-kurangnya 850 tentara perang.

 

Warga sipil yang terdiri dari 13 negara lain pula ada di kapal itu, alhasil jumlah keseluruhan narapidana yang tutup usia jadi dekat 1.060 orang.

 

Mereka diringkus sebagian bulan sebelumnya oleh kawanan Jepang ketika menjatuhkan kota pantai Rabaul di Papua Nugini.

Hasilnya, tempat peristirahatan jiwa-jiwa yang sirna di Montevideo Maru dijumpai,” ujar Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

Sesudah 5 tahun pemograman, petualang mulai mencari bangkai kapal pada 6 April di Laut tiongkok Selatan, sesisi barat laut pulau pokok Filipina, Luzon.

Mereka sukses menciptakan bangkai kapal, 12 hari seterusnya dengan mengenakan perlengkapan berteknologi atas, tercantum alat transportasi dasar air sendiri yang dilengkapi dengan sonar.

Reruntuhan kapal hendak senantiasa kaya di dasar laut, di mana ia kaya di kekuatan yang lebih dalam dari presensi Titanic.

Itu bermaksud untuk mengindahkan keluarga korban yang sudah tutup usia. Tidak ada artefak alias sisa-sisa khalayak yang hendak dipindahkan.

“Penemuan Montevideo Maru menutup set yang menakutkan dalam asal usul serdadu serta nautikal Australia,” ujar John Mullen, bos Silentworld, yang menjalankan penjajakan.

Andrea Williams, seseorang warga Australia yang aki serta pamannya ialah tawanan yang tutup usia di kapal itu.
beliau pula ambil untukan dari tujuan menciptakan kapal itu.

Ia juga menjelaskan hari itu ialah “hari yang sungguh bernilai” untuk warga Australia yang terikat dengan kecelakaan itu.

Kepala Angkatan darat Australia, Letnan Jenderal Simon Stuart, menjelaskan jika penemuan bangkai kapal itu
memberhentikan ketidakpastian sepanjang 81 tahun bagi orang-orang yang dicintai dari mereka yang sirna.

“Kehilangan serupa ini menjangkau sebagian dasawarsa serta menyatakan kita seluruh hendak kesusahan yang ditimbulkan oleh bentrokan,” sabdanya.

Korban yang lain yang tutup usia di berlandaskan kapal Montevideo Maru tercantum 33 awak dari kapal beban Norwegia, Herstein, serta dekat 20 pengurus serta awak Jepang.

Negara-negara lain yang terantuk akibat penenggelaman kapal itu tercantum Inggris, Denmark, Estonia, Finlandia, Irlandia, Belanda, Selandia hangat, Kepulauan Solomon, Swedia, serta Amerika sindikat, bagi kabar AFP.